baba yaga - tempat angker

coolrezo – Dalam cerita rakyat Rusia ada banyak cerita terkait dengan Baba Yaga, penyihir menakutkan dengan gigi besi.

Dia juga dikenal sebagai Baba Yaga Si Kaki Tulang, karena, meskipun nafsu makannya ganas, dia sangatlah kurus seperti tengkorak. Dalam bahasa Rusia, hantu ini dinamakan: ‘Baba Yaga Kostianaya Noga’

Dalam beberapa cerita dia memiliki dua kakak perempuan, yang juga disebut Baba Yaga, hanya untuk membingungkan anda saja bukan?!

Hidungnya sangat panjang yang dapat mengguncangkan langit-langit gubuknya ketika dia mendengkur.

Baba yaga tidak sama dengan penyihir konvensional yang membosankan, dia tidak memakai topi, dan tidak pernah terlihat berada di atas sapu. Dia melakukan perjalanan dengan bertengger di atas mortar besar dengan lututnya hampir menyentuh dagunya, dan mendorong dirinya di tanah hutan dengan alu.

Setiap kali dia muncul di tempat kejadian, angin liar mulai meniup, pohon-pohon di sekitar berderit dan mengerang dan daun berputar di udara. Menjerit-jerit dan menangis, sejumlah roh sering menemaninya dalam perjalanan.

Dia menjadi seorang hntu wanita yang agak tertutup, dia menyapu semua jejak dirinya dengan sapu yang terbuat dari perak (sapu untuk apa sih?).

Dia juga bisa terbang di udara dengan cara yang sama.

Baba Yaga tinggal di sebuah gubuk jauh di dalam hutan. Gubuknya konon memiliki kepribadian sendiri dan dapat bergerak dengan menggunakan kaki seperti ayam yang ekstra besar. Biasanya gubuknya dapat berputar dan bergerak melalui hutan. Ketika ada pengunjung, gubuknya akan berputas membelakangi si pengunjung. Jendela pondok atau gubuknya tampaknya berfungsi sebagai mata.

Sementara gubuk itu berputar-putar, gubuk itu mengeluarkan pekikan dengan memancarkan darah mengental dan hanya akan terhenti, di tengah banyak deritan dan erangan, ketika mantera rahasia dikatakan. Ketika berhenti, gubuk itu akan menghadapi pengunjung dan menurunkan sendiri dirinya di atas kaki ayamnya, membuka pintu dengan suara yang amat keras.

Gubuk ini kadang-kadang dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari tulang, yang membantu untuk menjaga dari penyusup! Pagar atasnya dengan tengkorak yang matanya menyala menerangi kegelapan.

Ketika pengunjung memasuki gubuknya, Baba Yaga akan bertanya pada mereka apakah mereka datang atas kehendak mereka sendiri, atau apakah mereka dikirim. (Salah satu jawabannya adalah yang benar!).

Untungnya, ia tampaknya tidak memiliki kuasa atas hati yang murni, seperti sseorang tokoh dongeng Rusia bernama Vasilisa dan orang-orang dari kita yang ‘diberkati’ (dilindungi oleh kekuatan cinta, kebajikan, atau berkat seorang ibu.)

Baba Yaga mempunyai beberapa orang pelayan. Pelayannya yang setia adalah Penunggang Kuda Putih, Penunggang Kuda Merah dan Penunggang Kuda Hitam.

Di antara pelayan-pelayannya yang lain adalah tiga pasang tangan tanpa tubuh, yang muncul dari udara tipis untuk melakukan perintahnya. Dia menyebut mereka “jiwa teman-teman saya” atau “teman terkasih saya”.

Karakter lain yang aneh menjabat sebagai pelayan untuk Baba Yaga adalah penyihir yang tak pernah mati Koshchey.

Meskipun ia sebagian besar digambarkan sebagai nenek tua yang menakutkan, Baba Yaga juga dapat memainkan peran sebagai pembantu dan wanita bijak. Dalam kedoknya sebagai wanita bijaksana, dia kadang-kadang memberikan saran dan hadiah magis untuk pahlawan dan mereka yang memiliki hati murni. Pahlawan atau tokoh-tokoh tertntu kadang datang kepadanya mencari kebijaksanaan, pengetahuan dan kebenaran. Dia bisa melihat dan mengungkapkan kepada orang-orang yang berani untuk bertanya.

Dia juga dikatakan sebagai roh penjaga air mancur dari air Kehidupan dan Kematian.

Baba Yaga adalah Arch-Crone, Dewi Kebijaksanaan dan Kematian. Liar dan dan tidak bisa dijinakkan, dia adalah roh alam yang membawa ego kebijaksanaan dan kematian, dan melalui kematian, kelahiran kembali.

sumber: click disini

Advertisin – Baca Juga :

Dilihat: 24 kali

Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*